Proyeksi APBDP Lamsel 2015 Capai Rp 1,8 Triliun
Lnews, KALIANDA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memproyeksikan pendapatan dan belanja daerah pada RAPBD Perubahan tahun 2015 sebesar Rp 1,8 Triliun lebih.
Hal itu tergambar dalam draff kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas pelafon anggaran sementara (PPAS) yang telah disepakati Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP dan Ketua Badan Anggaran (Banang) DPRD Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi, S.H.,MH di ruang Badan Anggaran (Banang) DPRD Lamsel, Selasa (23/6) siang ini.
Bupati dan Ketua DPRD langsung menandatangani nota kesepahaman (MoU) KUA-PPAS diikuti pimpinan dewan lainnya Wakil Ketua II H. Fahrurrozi, ST dan Wakil Ketua III Hj. Roslina.
Asumsi anggaran yang tergambar dalam KUA-PPAS itu yakni pendapatan daerah sebesar Rp 1,5 Triliun. Yang bersumber dari pendapatan asli daerah, bagi hasil daerah, dana perimbangan dan pendapatan daerah lainnya yang sah.
Sementara belanja daerah sebesar Rp 1,8 Triliun yang terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 811 Miliar dan belanja tidak langsung sebesar Rp 992 Miliar.
Lalu, pembiayaan daerah sekitar Rp 262 Miliar yang bersumber dari silpa tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp 188 Miliar dan pinjaman daerah sebesar Rp 90 Miliar. (ine/str)
Hal itu tergambar dalam draff kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas pelafon anggaran sementara (PPAS) yang telah disepakati Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP dan Ketua Badan Anggaran (Banang) DPRD Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi, S.H.,MH di ruang Badan Anggaran (Banang) DPRD Lamsel, Selasa (23/6) siang ini.
Bupati dan Ketua DPRD langsung menandatangani nota kesepahaman (MoU) KUA-PPAS diikuti pimpinan dewan lainnya Wakil Ketua II H. Fahrurrozi, ST dan Wakil Ketua III Hj. Roslina.
Asumsi anggaran yang tergambar dalam KUA-PPAS itu yakni pendapatan daerah sebesar Rp 1,5 Triliun. Yang bersumber dari pendapatan asli daerah, bagi hasil daerah, dana perimbangan dan pendapatan daerah lainnya yang sah.
Sementara belanja daerah sebesar Rp 1,8 Triliun yang terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 811 Miliar dan belanja tidak langsung sebesar Rp 992 Miliar.
Lalu, pembiayaan daerah sekitar Rp 262 Miliar yang bersumber dari silpa tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp 188 Miliar dan pinjaman daerah sebesar Rp 90 Miliar. (ine/str)
No comments