Tunjangan RT lebih dari 100 Ribu, Belum Realistis
![]() |
| Firdaus (kiri) usai memberi keterangan pers, di rumah makan Hj. Mahfud, di Jalan Lintas Sumater, Kalianda, Rabu (26/08). (aka) |
Lnew, KALIANDA – Janji politik calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan harus realistis. Publik harus benar-benar mengetahui dan memahami mana janji politik yang dapat dilaksanakan calon dan yang tidak.
Demikian disampaikan anggota DPRD Lampung Selatan Firdaus dalam konferensi pers yang digelar di RM Hj. Mahfud, di Jalinsum, Kalianda, Rabu sore, (26/08). “Janji politik itu adalah hutang kepada rakyat. Kalau tidak bisa ditepati, jangan berjanji. Jadi harus realistis,” kata Firdaus.
Menurutnya, dalam kontestasi pilkada Lamsel tahun ini, ada calon yang menjanjikan akan menaikan insentif RT antara Rp 250 – 500 ribu perbulan. Janji tersebut tidak realistis karena postur anggaran yang dimiliki Kabupaten Lamsel dalam APBD tidak dapat mengakomodasi kenaikan insentif tersebut. “Kan sudah lihat tadi dalam pengesahan RAPBD Perubahan.
Berapa anggaran belanja langsung yang dimiliki Pemkab. Kalau dikalkulasikan kenaikan insentif RT sebesar Rp 500 ribu perbulan maka satu tahun sebesar Rp 6 Juta. Kalau dikalikan 5.000 RT, angkanya mencapai Rp 30 Milyar,” kata Firdaus.
Angka RP 30 Milyar itu, sambung Firdaus, tidak realistis jika melihat postur anggaran yang dimiliki Lamsel. “Jangankan untuk menaikan insentif RT, untuk menganggarkan anggaran seragam RT saja tidak terakomodasi. Ini kan persoalan yang harus diketahui publik,” ungkap dia.
Karena hal itu, ia mendorong agar publik lebih jeli lagi menilai rekam jejak dan janji-janji politik calon bupati dan wakil bupati Lamsel yang akan bertarung pada pilkada Lamsel. Firdaus mengajak publik untuk tidak memilih pemimpin yang hanya mengumbar janji, tapi minim realisasi.
“Ya, jangan dipilih. Kalau hanya berjanji tapi tidak tahu dari mana sumber pendanaannya hanya menjadi omdo (omongan doang),” kata Ketua KNPI Lamsel terpilih itu.
Firdaus juga sepakat rakyat Lamsel harus mencari pemimpin yang benar-benar membawa perubahan bagi kemajuan rakyat Lamsel. Namun, jika perubahan itu justru kearah yang tidak baik, Firdaus akan tetap pada proses pembangunan yang tengah berjalan saat ini. “Ya, kalau perubahannya justru menjadi tidak baik, lebih baik seperti saat ini saja,” pungkas dia. (ine/str)

No comments