Dana Hibah Pemkab 2015 Membengkak 40 M
![]() |
| Ilustrasi - liputan6.com |
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minhairin, menyatakan, untuk penyelenggaraan Pemilukada 2015, Pemkab Lampung Selatan mengucurkan dana hibah sebesar Rp. 29,7 milyar. Dana yang bersumber dari dana APBD dan APBD-Perubahan T.A 2015 tersebut diberikan kepada penyelenggara pemilu yakni KPUD Lampung Selatan dan Panwaslu Lampung Selatan, termasuk Kodim 0421 Lampung Selatan dan Polres Lampung Selatan sebagai bagian dari pengamanan penyelenggaran Pilkada.
Minhairin menegaskan, kenaikan dana belanja hibah tersebut tidak ada kaitannya dengan salah satu calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan yang sebelumnya menjabat, (petahana_red). Dana tersebut murni untuk kepentingan pelaksanaan Pilkada Lampung Selatan 2015, dan bukan untuk memuluskan jalan politik salah satu kandidat.
“Tidak ada itu unsur-unsur politik, kenaikan ini karena daerah kita menggelar Pilkada. Tidak ada sangkut-pautnya dengan politik. Ini sesuai dengan Permendagri nomor 51 tahun 2015 tentang perubahan Permendagri nomor 44 tahun 2015 tentang pengelolaan dana kegiatan pilkada. Pemerintah berkewajiban menyalurkan dana bantuan baik kepada penyelenggara pemilu dan pihak keamanan (Kodim 0421 dan Polres Lampung Selatan). Dalam aturan itu, seluruh biaya mulai dari persiapan, perlengkapan, pelaksanaan pemilihan, keamanan hingga segala sesuatu menyangkut Pilkada sudah diatur,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Kamis (12/11).
Dia menjelaskan, Pemkab Lampung Selatan melalui BPKAD menyalurkan dana hibah untuk penyelenggara dan keamanan Pilkada dengan rincian yakni KPUD Lampung Selatan Rp. 21 milyar, Panwaslu Lampung Selatan Rp. 6 milyar, Kodim 0421 Rp. 2 milyar dan Polres Lampung Selatan Rp. 1,7 milyar. “Data organisasi ini terlepas dari pada keberadaan organisasi lain yang ada di kabupaten ini,” ujarnya.
Disisi lain, dia menjelaskan, dana belanja hibah tersebut, selain untuk penyelengaraan Pemilu juga dimanfaatkan untuk penanganan bencana alam. “Wajar kalau membengkak karena tahun ini ada Pilkada. Kalau tidak ada kegiatan itu, ya pasti kecil. Diluar untuk penyelenggaraan Pilkada, dana hibah ini juga dianggarkan untuk dana jaga-jaga (saving)penanganan bencana alam yang kapan saja bisa terjadi,.” kata Minhairin. (ddn/str)

No comments