Video Of Day

Breaking News

Kasus Pelecehan Uun Kembali Diungkit Di Facebook

Dinding Facebook Kedaton Tahala yang dicapture Jumat Sore (6/11). (aka)
Lnews, KALIANDA - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2015 tinggal sebulan lagi. Suhu politik di Lampung Selatan jelang pilkada pun mulai memanas, ini dibuktikan dengan munculnya sejumlah tulisan atau sharing dimedia sosial facebook yang menyudutkan lawan politik.

Dari penelusuran Lnews.co, salah satu akun di Facebook yang membagi tulisan atau video yang mengkritik tim pemenangan dan pasangan bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Rycko Menoza - Eki Setyanto, yakni Kedaton Tahala. Dalam status di Facebook yang tulis kemudian dibagikan tertanggal 27 Oktober 2015, pukul 17.43, tertera tulisan; "Umur Boleh tua, badan boleh bau Kubur, tapi kalau udah SANGEK , gak kenal kompromi,,,tiada lagi harga diri dan kehormatan: bini orangpun diembat, hadeuh... tobat dah."

Kemudian dibawah tulisan tersebut disematkan link dari situs berbagi video, youtube yang menampilan gambar bergerak seorang wanita paruh baya bernana Uun, yang sedang diwawancarai, oleh seseorang. Dalam rekaman tersebut, sang wanita mengaku telah dilecahkan oleh mantan Gubernur Lampung, Syahroedin ZP.

Tidak hanya satu video, didalam dinding Kedaton Tahala tersebut terdapat tiga video yang dishare dari Youtube. Video yang dibagikan tersebut masing-masing memiliki judul sendiri, yakni Pengakuan Uun1, Pengakuan Uun2 (dishare pukul 17.40 Wib) dan Pengakuan Uun3 (dishare pukul 17.43). Ketiga video ini merupakan satu kesatuan yang mana video Pengakuan Uun1 bersambung ke video Pengakuan Uu2 dan Pengakuan Uu3.

Masing-masing video tersebut berdurasi, 9 menit, 9.01 menit dan 5.57 menit. di Video Pengakuan Uun 1, tertera juga judul tambahan: "Pengakuan Uun, Korban Pelecehan Seks Mantan Gubernur Lampung". Ada informasi tambahan yang ditulis Kedaton Tahala saat menanggapi pertanyaan seorang, yakni; "kejadian tahun 2009 sebelum pencalonan Syahroedin yang ke-2." Komentar dari pemilik akun ini pun disahut oleh akun bernama Relawan ZaiN. Akun ini menuliskan, "Waduh harus di publikasikan ini sodaraku, kebenaran harus di tegakkan"

Tidak semua berkomentar mendukung dibaginya Video pengakuan Uun ini, salah satu akun bernama Tanjung Ratu, menulis; "stop black Campaign, Menghentikan Kampanye Hitam."
namun dari yang dilansir situs berita www.tribunnews.com, ada perbedaan antara kampanye hitam dengan kampanye negatif.

Menurut Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio, menjelaskan perbedaan antara kampanye hitam (black campaign) dengan kampanye negatif (negative campaign). "Kampanye negatif biasanya berisi pengungkapan fakta yang disampaikan secara jujur dan relevan menyangkut kekurangan suatu calon atau partai. Sedangkan kampanye hitam berisi tuduhan dan cenderung merusak demokrasi, Kampanye hitam biasanya tidak memiliki dasar dan fakta, fitnah dan tidak relevan diungkapkan terkait parpol maupun tokoh,"  ujar Agung, Senin (7/4/2014).

Tidak jelas, siapa sebenarnya pemilik akun Kedaton Tahala, namun dari penelusuran Tim Lnews.co, terlihat ada kecenderungan jika akun ini berpihak ke calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan, nomor urut 3, Zainudin Hasan - Nanang Ermanto. Hal tersebut dipertegas dengan profil akun yang bergambar pasangan Zainudin - Nanang. (aka)

No comments