Video Of Day

Breaking News

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Pembunuhan Nurhasana

Kapolres Lamsel, AKBP. Adi Ferdian. (ddn)

Lnews, KALIANDA – Kepolisian Resor Lampung Selatan terus mendalami kasus dugaan perampokan yang menyebabkan korban Nurhasana (30) tewas mengenaskan di dalam kamar rumahnya di Dusun IV Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, Sabtu, (12/12).

Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra mengatakan, pihaknya sudah memerikan sebanyak 6 orang saksi yang meliputi tetangga terdekat korban.

“Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan, termasuk kita mengali informasi dari anak korban (M_Red), karena dia-kan (korban) tidak tinggal sendirian,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (14/12).

Dia meyakini kasus dugaan perampokan tersebut dapat terungkap, sebab berdasarkan data yang dikumpulkan pihak kepolisian hampir mengerucut kearah tersangka.

"Insya Allah terungkap. Karena ada beberapa orang yang kita curigai dari hasil pemeriksaan itu. Tapi inikan tidak bisa langsung karena ada prosesnya,” kata Adi Ferdian.

Kapolres menambahkan, pihaknya masih belum dapat menyimpulkan motif pembunuhan ibu muda yang ditinggal kerja suaminya untuk menjadi TKI ke Malaysia itu.

“Untuk motifnya kita tidak bisa berandai-andai, yang pasti ini akan kita tangani,” tegasnya. Merujuk dari kondisi jenazah, dia memperkirakan korban tewas sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Untuk diketahui, jasad korban untuk kali pertama ditemukan oleh anak kandungnya M (5). Mengetahui ibunya meninggal, M pun langsung berteriak minta tolong kepada warga setempat sekitar pukul 06.30 WIB, Sabtu (12/12).

Saat pertama kali ditemukan, posisi tubuh korban dalam keadaan tengkurap dan berlumuran darah.

“Posisinya tengkurap, badannya darah semua. Di dalam kamar itu sudah berceceran darah, baik dilantai maupun ditembok kamar,” kata Haryono, kakak ipar korban, saat diwawancai di depan kamar jenazah RSUD Bob Bazar Kalianda, kala itu.

Dia menduga, adik iparnya itu merupakan korban perampokan, karena motor milik korban merk Honda Beat warna biru/putih (belum ada plat), raib dan diduga dibawa oleh perampok tersebut.

“Yang ilang motor, dan kondisi rumah sudah acak-acakan, seperti ada yang dicari,” kata dia.

Sementara itu, dari keterangan tetangga korban, Haryono melanjutkan, tetangganya itu tidak mendengar keributan apapun, dan hanya tau kabar duka itu, saat anak korban berteriak minta tolong.

“Pak Jamari (tetangga korban) nggak denger apapun, padahal dia nggak tidur, karena anaknya sedang sakit gigi. Itu rumahnya deket “banget” dari rumah korban,” jelas Haryono. (ddn/str)

No comments