Soleh: Kami Bukan Boneka Siapa Pun
Lnews, Kalianda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan sejak tanggal 26 hingga 28 Juli 2015. Selama masa itu, ada tiga pasang bakal calon yang mendaftar, yakni Zainudin - Nanang, yang diusung oleh PAN, PKS, Nasdem dan PDI Perjuangan, kemudian pasangan Rycko - Eki, yang diusung oleh Demokrat dan Hanura, serta pasangan Soleh - Jawawi, yang diusung oleh PKB dan Gerindra.
Tiga pasang bakal calon yang mendaftar ini meleset dari prediksi banyak orang. Sebelumnya, perkirakan hanya dua bakal calon kuat yang mendaftar di KPU, yakni pasangan Zainudin - Nanang dan Rycko - Eki. Pasangan Soleh - Jawawi sebelumnya tidak diperhitungkan karena dua pentolan Nahdatul Ulama ini akan sulit mendapatkan dukungan minimal 10 kursi partai politik di dewan.
Menurut berbagai sumber, awalnya pasangan Soleh - Jawawi hanya disokong oleh PKB tanpa dukungan Gerindra, ini ditandai dengan molornya pendaftaran di KPU, yang sebelumnya dijadwal pada hari senin, (27/07), namun pasangan ini baru mendaftar keesokan harinya, (28/07).
Banyak yang menduga, Soleh - Jawawi, urung mendaftar karena gagal mendapat rekomendasi dari DPP Gerindra, namun, perkiraan tersebut meleset. Soleh - Jawawi, akhirnya mendaftar juga di KPU diakhir waktu penutupan, (28/07), dengan membawa surat dukungan dari partai besutan Prabowo tersebut.
Setelah kedua kader NU ini mendaftar, pendapat miring pun muncul ditengah masyarakat. Soleh - Jawawi ikut bertarung di Pilkada Lampung Selatan hanya sebagai "kedebong pisang" atau "boneka" dari kandidat lain.
Namun, hal tersebut dibantah keras oleh Soleh Bajuri. Menurut Ketua NU Lampung ini. dirinya ikut bertarung di Lampung Selatan untuk menang, bukan sebagai pemecah suara bakal calon lainnya sebagaimana isu yang beredar dimasyarakat. "saya datang ke KPU untuk mendaftarkan diri, untuk bertarung di pilkada, bukan untuk memecah ombak atau memecah suara kandidat lain, melain saya ingin menang," Ujar Soleh sesaat setelah keluar dari aula pendaftaran KPU, (28/07).
Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Palas ini menambahkan, jika selama ini para penguasa mendatangi ulama untuk meminta petunjuk dan arahan, akan lebih baik jika ulama juga menjadi umaro (penguasa). "biasanya bupati datang ke ulama untuk minta restu dan dukungan, apa salah sekarang, ulama yang menjadi bupatinya," ungkap Soleh.
Jika dihitung, jumlah perwakilan PKB di dewan ada tiga kursi dan Gerindra sebanyak tujuh kursi. Dengan modal sepuluh kursi ini, Soleh - Jawawi mengaku akan sanggup merebut suara rakyat, selain dukungan suara dari Nahliyin, Banser NU dan orang Lampung Suku Jawa yang jumlahnya cukup banyak di kabupaten Lampung Selatan. (aka)

No comments