Video Of Day

Breaking News

Debat di Tabek dinilai Boroskan Anggaran


Lnews, KALIANDA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Lampung Selatan, akan menggelar debat publik calon bupati, di kampung wisata Tabek Indah, Natar, Sabtu besok (10/10).

Pelaksanaan debat publik ini sendiri sudah disepakati oleh Komisioner dengan Penghubung para calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan, pada hari Rabu (7/10) yang lalu.

Debat publik ini, menurut ketua KPU Lampung Selatan, Abdul Hafid, akan diliput dan disiarkan tunda oleh salah satu stasiun televisi swasta di Lampung. Namun sayang, peliputan debat publik di objek wisata tersebut dikhususkan hanya untuk satu media penyiaran televisi, tanpa peliputan oleh media cetak atau media siber, hal tersebut menurut Hafid sesuai dengan Peraturan yang ada . "Akan diliput oleh lembaga penyiaran, dan kita memakai SigerTv, sesuai dengan PKPU debat publik ini ditekankan kepada lembaga penyiaran, menurut KPU akan lebih efektif diliput oleh media televisi." ungkap Hafid.

Selain tidak bersesuaian dengan PKPU, menggunakan media massa lain untuk meliput debat publik, akan banyak menguras anggaran, sementara dana yang diterima KPU Lampung Selatan dari APBD, sangat terbatas. "Dana kita terbatas, jika semua media diakomodir, sangat tidak mungkin, karena melihat ketersediaan dana penyelenggara Pemilu yang terbatas." kata Hafid, kemarin.

Sementara, menurut ketua LSM/Ormas, Sapu Jagad Lampung Selatan, Zulfizar JS, SE., rencana KPU Lampung Selatan menggelar debat publik di objek wisata Tabek Indah Natar tersebut, justru dinilai tidak mencerminkan rasa keprihatinan atas minimnya dana penyelenggaraan Pemilu, yang selama ini sering dikeluhkan oleh KPU Lampung Selatan.

"Semestinya, KPU melaksanakan debat publik tersebut di gedung sendiri. KPU kan punya aula yang luas, yang bisa digunakan untuk pelaksanaan debat, jadi mengapa mesti di Tabek Indah." ujar Zulfizar.

"Uang sewa Tabek Indah tersebut akan sangat besar, seharusnya dana tersebut digunakan untuk hal lain yang jauh lebih penting, seperti publikasi dan sosialisasi Pilkada 2015 di media massa. Bukan sewa tempat yang memboroskan anggaran. Jangan-jangan pelaksanaan debat di Tabek Indah tersebut hanya akal-akal penyelenggara Pemilu untuk berlibur atau refreshing gratis." lanjut Zulfizar, di kantor PWI Lampung Selatan, Jumat sore (9/10).

"KPU kan punya sekretariat sendiri, sepatutnya gedung yang ada dimanfaatkan, selain tidak menghaburkan uang, masyarakat luas juga bisa melihat langsung jalannya debat calon bupati Lampung Selatan tersebut. Jangan-jangan biaya sewa Tabek Indah lebih besar dibanding biaya publikasi penyiaran debat publik itu." pungkas Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IYARMI) Lampung Selatan ini. (aka)

No comments