Video Of Day

Breaking News

KPU akan Kaji Ulang tempat Debat berikutnya


Lnews, DEBAT PUBLIK - Debat publik pemilihan calon bupati dan wakil bupati tahap pertama sukses digelar oleh KPU Lampung Selatan, di kampung wisata Tabek Indah, Natar, Sabtu (10/10).

Debat publik pertama ini dikhususkan untuk calon bupati terlebih dahulu. Semua kandidat hadir, yakni calon bupati nomor urut 1, Soleh Bajuri, calon bupati nomot urut 2, Rycko Menoza dan calon bupati nomor urut 3, Zainudin Hasan.

Sementara debat berikutnya yakni untuk calon wakil bupati, dijadwalkan oleh penyelenggara pemilu digelar pada tanggal 7 November 2015, di objek wisata Grand Elty, Kalianda. Namun ketika dikonfirmasi ke ketua KPU Lampung Selatan, Abdul Hafid, tidak memberikan jawaban pasto soal tempat. "Kita belum tahu, akan dilaksanakan dimana debat berikutnya, KPU akan berkonsultasi dulu dengan penghubung para calon." ujar Hafid, usai acara debat publik di Tabek Indah, Natar Sabtu sore (10/10).

Sementara menjawab pertanyaan LSM dan Ormas, terkait adanya pemborosan biaya jika menggelar acara debat di objek wisata, Hafid menjawab enteng, "debat ini kan kampanye, jadi menurut aturan, jika kampanye dilaranga menggunakan fasilitas negera termasuk di aula KPU sekalipun."

Diberitakan sebelumnya, ketua LSM/Ormas, Sapu Jagad Lampung Selatan, Zulfizar JS, SE., menyatakan, rencana KPU Lampung Selatan menggelar debat publik di objek wisata Tabek Indah Natar tersebut, dinilai tidak mencerminkan rasa keprihatinan atas minimnya dana penyelenggaraan Pemilu, yang selama ini sering dikeluhkan oleh KPU Lampung Selatan.

"Semestinya, KPU melaksanakan debat publik tersebut di gedung sendiri. KPU kan punya aula yang luas, yang bisa digunakan untuk pelaksanaan debat, jadi mengapa mesti di Tabek Indah." ujar Zulfizar.

"Uang sewa Tabek Indah tersebut akan sangat besar, seharusnya dana tersebut digunakan untuk hal lain yang jauh lebih penting, seperti publikasi dan sosialisasi Pilkada 2015 di media massa. Bukan sewa tempat yang memboroskan anggaran. Jangan-jangan pelaksanaan debat di Tabek Indah tersebut hanya akal-akal penyelenggara Pemilu untuk berlibur atau refreshing gratis." lanjut Zulfizar, di kantor PWI Lampung Selatan, Jumat sore (9/10).

"KPU kan punya sekretariat sendiri, sepatutnya gedung yang ada dimanfaatkan, selain tidak menghaburkan uang, masyarakat luas juga bisa melihat langsung jalannya debat calon bupati Lampung Selatan tersebut. Jangan-jangan biaya sewa Tabek Indah lebih besar dibanding biaya publikasi penyiaran debat publik itu." pungkas Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IYARMI) Lampung Selatan ini. (aka)

No comments