Zamane Ziarah Makam Raden Intan 2
Lnews, KALIANDA – Relawan Zamane (Zainudin Hasan Bersama Nanang Ermanto) menggelar Ziarah Kubur di Makam Pahlawan Raden Intan II di Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, Senin (5/10) siang.
Kegiatan itu digelar guna memperingati hari wafatnya pahlawan nasional asal Lampung yang ke 159. Tak hanya berziarah, puluhan Relawan Zamane yang berasal dari Kecamatan Tanjung Bintang dan Merbau Mataram itu juga melakukan kegiatan bersih-bersih disekitar area makam.
Koordinator Relawan Zamane Firdaus Kh mengungkapkan kegiatan ziarah kubur itu memang sengaja digelar untuk mengingatkan kembali spirit kepahlawanan Raden Intan II di Bumi Khagom Mufakat. Belakangan ini, kata Firdaus, banyak masyarakat lupa akan hari wafatnya Raden Intan II.
“Kami ingin mendo’akan dan berdoa untuk kita semua. Juga untuk mengingatkan kembali spirit perjuangan Raden Intan,” kata Firdaus kepada wartawan, Senin (5/10) siang.
Menurut Firdaus, Raden Intan merupakan sosok pembela rakyat di jaman penjajahan Belanda. Relawan Zamane juga berharap ZaiN akan membela rakyat Lamsel setelah terpilih menjadi bupati dan wakil Bupati Lamsel periode 2016 – 2021.
“Kita ingin terbebas dari penjajah ekonomi. Harapan kami agar sumber daya ekonomi Lamsel dipergunakan untuk kepentingan pembangunan Lamsel yang lebih baik,” ungkap Firdaus.
Senada dikatakan Mentor Relawan Zamane H. Dwi Riyanto. Menurut dia, kegiatan ziarah itu untuk mendo’akan pahlawan Raden Intan. Selain itu, Relawan Zamane juga diharapkan agar makam pahlawan ini dapat dikembangkan menjadi objek wisata religius.
Relawan Zamane, kata Dwi, meyakini bahwa ZaiN memiliki spirit perjuangan seperti Raden Intan II. “Kami yakin spirit yang dimiliki Raden Intan dalam membela daerah juga dimiliki oleh pasangan ZaiN. Sebab, ZaiN merupakan sosok calon pemimpin yang berasal dari dan untuk rakyat Lamsel,” ungkap Dwi.
Diketahui, Raden Intan gugur pada 5 Oktober 1856 merupakan pahlawan yang merelekan jiwa dan raganya untuk kepentingan rakyat. Semangat itu, kata Dwi, juga dimiliki oleh ZaiN yang akan memberikan seluruh jiwa dan raganya untuk Lampung Selatan.
“Spirit ini untuk menyatukan diri kepada kampung halaman yang bernama Lampung Selatan. Kami akan menggelorakan semangat perjuangan ini untuk membela dan membangun desa se-Lamsel,” pungkas Dwi. (ine/str)

No comments