Video Of Day

Breaking News

Jaylani: Batalkan Rencana Rakor ke Bali


Lnews, KALIANDA - Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dikabarkan akan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) di pulau dewa, Bali, tanggal 15 Oktober 2015 mendatang, namun Sekretaris Kabupaten (Sekkab), Ir. Sutono,. MM. menyatakan informasi tersebut baru sebatas wacana.

Sutono mengeluarkan jawaban tersebut kepada Lnews.co melalui pesan singkat, menyanggah kabar yang beredar, bahwa PJ. Bupati Lampung Selatan beserta kepala dinas dan instansi, serta kepala bagian akan menggelar Rakor di Bali, dua pekan mendatang.

"teman-teman mewacanakan, tapikan anggarannya dalam APDB tidak ada." ungkap Sutono, Rabu sore (30/9). Menurut Sutono, jika pun rencana Rakor di Bali tersebut jadi dilaksanakan, Pemkab akan terbentur dengan ketiadaan dana. Mata anggaran untuk melaksanakan Rakor ke luar daerah tidak termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2015.

Ketiadaan anggaran tersebut dikabarkan membuat Pejabat Pemkab mengeluarkan gagasan untuk menggunakan dana pribadi untuk melaksanakan Rakor tersebut, namun, lagi-lagi informasi tersebut dimentahkan oleh Sutono. Menurutnya, tidak ada rencana mengeluarkan uang dari kantong pribadi. "soal itu belum dibahas."Ujarnya.

Sutono menyatakan kemungkinan anggaran Rakor ke luar daerah baru akan dimasukkan ke APBD 2016 mendatang, yang belum lama lagi akan dibahas oleh Tim Anggaran Daerah dengan Tim Anggaran DPRD Lampung Selatan. "tadinya apa di APBD 2016 (anggaran Rakor, red)." Katanya.

Menanggapi rencana pemerintah daerah tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Setara, Jaylani Mangku Alam, menyatakan, Rakor ke Bali tersebut, sebagai bentuk pemborosan. Untuk melaksanakan sebuah Rakor tidak perlu ke luar daerah, Kecuali Rakor tersebut hanya bungku saja, sementara tujuan sebenarnya adalah Pelesiran.

"Rakor merupakan keharusan dalam pemerintahan maupun dalam sebuah organisasi. Namun jika ada maksud lain didalam pelaksanaan Rakor tersebut, tentu itu patut dipertanyakan, apalagi jika kegiatan itu dilaksanakan di luar daerah yang mana dikenal sebagai objek wisata ternama, tentu hal tersebut menuai kecurigaan, jangan-jangan mereka kesana bukan untuk Rakor tapi jalan-jalan." Ujar Mantan Aktifis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ini.

Menurut Jaylani, Rakor diluar daerah juga akan membebani anggaran, dan itu merupakan salah satu bentuk menghambur-hamburkan uang rakyat akan lebih baik jika dana yang dipakai untuk Rakor tersebut dihibahkan untuk pembangunan perpustakaan Desa. "jangan sampai ada kesan, "ngerampok uang rakyat Lampung Selatan, kok dibelanjakan di Bali. Batalkan saja rencana tersebut." tegasnya. (aka)

1 comment:

  1. judulnya RAKOR,banyak pengertianya,bisa RAPAT KOORDINASI,bisa RAPAT KERJA ORGANISASI,bisa juga RAMAI-RAMAI PAKAI ONGKOS DARI RAKYAT.nah yg mana yg akan dilaksanakan oleh pejabat pemda lam-sel.
    sekedar saran: mengacu kepada hadist rasul, " barang siapa suatu kaum yang hanya sekedar ingin menyaksikan keindahan semata,maka kaum tersebut termasuk kaum yang suka memakan bangkai saudaranya "

    ReplyDelete